
Di tengah keindahan senja yang memancarkan warna merah tembaga, lima nelayan dari Pasia Nan Tigo, Kota Padang, berlayar menggunakan kapal bagan menuju perairan Samudera Hindia di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Lokasi ini merupakan wilayah terluar Indonesia di pantai barat Provinsi Sumatera Barat, berjarak sekitar 120 kilometer dari Padang. Ombak Samudera Hindia bergulung pelan, menambah suasana yang tenang.
Mencari Harta Karun di Lautan
Begitu mereka tiba di perairan Mentawai, seorang nelayan mengambil seutas tali pancing yang menegang akibat tarikan kuat dari dalam laut. Di ujung tali tersebut, terdapat harapan dari banyak orang, bukan hanya sekadar ikan biasa. Ikan yang dicari adalah Lemadang, yang di pasar internasional dikenal sebagai mahi-mahi (Coryphaena hippurus). Ikan ini memiliki berat antara lima hingga lima belas kilogram, menjadi primadona di kalangan penggemar kuliner. Hotel-hotel di Sumatera Barat menyajikannya dalam berbagai hidangan, termasuk gulai ikan dan ikan goreng balado. Sebagian hasil tangkapan dari Pelabuhan Telukbayur bahkan diekspor ke Jepang.
Akan tetapi, tidak semua ikan Lemadang tersebut berakhir di hotel atau pasar ekspor. Beberapa di antaranya menjelma menjadi Mpekmpek Lamakbana, sebuah kuliner yang diolah di dapur sederhana milik Rozalina (57) di Perumahan Batang Kabung Asri, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Dari proses memelet hingga penggilingan daging ikan, Mpekmpek Lamakbana memulai perjalanan panjangnya menuju berbagai kota di Sumatera Barat dan seantero Indonesia.
Mpekmpek: Lebih dari Sekadar Makanan
Selama 13 tahun terakhir, Mpekmpek Lamakbana tidak hanya mengirimkan makanan, tetapi juga menyebarkan rasa rindu, kenangan, dan kebahagiaan sederhana kepada pelanggan setianya. Bagi sebagian orang, mpekmpek hanyalah sebuah makanan. Namun bagi banyak perantau, pempek adalah pengingat akan rumah yang mereka tinggalkan.
Mpekmpek menghadirkan kembali aroma dapur masa kecil, suara keluarga berkumpul di meja makan, dan kenangan kampung halaman yang kadang terasa begitu jauh. Perasaan inilah yang menjadi dasar bagi Rozalina untuk mendirikan Mpekmpek Lamakbana pada tahun 2013, saat berjualan makanan secara online masih merupakan hal yang baru dan dianggap aneh oleh banyak orang.
Perjalanan Awal yang Penuh Tantangan
Di tengah ragu masyarakat, Rozalina percaya bahwa jika surat dan dokumen bisa dikirim ke berbagai daerah, maka cita rasa kampung halaman pun bisa menempuh perjalanan yang sama. Dengan keyakinan ini, Mpekmpek Lamakbana mulai melayani pelanggan di luar Kota Padang. Awalnya hanya beberapa pesanan, namun seiring dengan promosi melalui media sosial dan media massa, pesanan pun meningkat menjadi puluhan, lalu ratusan, dan akhirnya menjangkau berbagai provinsi di Indonesia.
- Mpekmpek Lamakbana telah dikenal di berbagai kota.
- Pelanggan mengirimkan mpekmpek sebagai oleh-oleh untuk Duta Besar Indonesia di Afrika.
- Mpekmpek ini dinyatakan sebagai salah satu makanan laut terenak di dunia.
- Berhasil meraih posisi keempat dalam daftar seafood terenak oleh sebuah ensiklopedia kuliner.
- Memperoleh pengakuan sebagai makanan nomor tiga terenak di dunia pada tahun 2024.
Komitmen terhadap Kualitas
Tidak semua produsen mpekmpek menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. Banyak yang memilih ikan yang lebih mudah diperoleh seperti ikan tenggiri atau ikan gabus. Namun, Mpekmpek Lamakbana mengambil jalan berbeda dengan mengutamakan ikan Lemadang yang berkualitas ekspor. Rozalina, yang telah berpindah-pindah kota mengikuti suami yang bekerja sebagai wartawan, menemukan bahwa mpekmpek yang dihasilkan dari ikan-ikan ini memiliki rasa yang khas dan terbaik.
“Saat kami berkunjung ke beberapa Tempat Pendaratan Ikan di daerah ini, kami menemukan ikan berkualitas ekspor dengan daging putih dan tebal. Setelah diolah menjadi mpekmpek, teksturnya tetap lembut dan sangat lezat,” jelas Rozalina.
Identitas Mpekmpek Lamakbana
Dari sinilah, Rozalina memberi nama Mpekmpek Lamakbana, yang dalam bahasa Minangkabau berarti “enak sekali.” Sejak didirikan, dia mempertahankan penggunaan ikan Lemadang sebagai bahan utama meskipun terdapat risiko. Ikan ini tidak selalu tersedia dan hasil tangkapannya bergantung pada musim serta kondisi laut.
- Produksi mpekmpek Lamakbana bergantung pada pasokan ikan Lemadang.
- Rozalina lebih memilih mengurangi produksi daripada mengorbankan kualitas.
- Hubungan yang baik dengan para nelayan menjadi kunci keberlanjutan usaha.
- Komitmen terhadap rasa asli mpekmpek sangat dijaga.
- Pelanggan puas adalah prioritas utama Rozalina.
Kualitas dan Kepercayaan Pelanggan
Bagi Mpekmpek Lamakbana, cita rasa yang dikenal pelanggan berasal dari karakter khas ikan Lemadang. Mengganti jenis ikan berarti mengubah identitas produk itu sendiri. Oleh karena itu, Rozalina lebih memilih untuk mengurangi produksi daripada mengorbankan kualitas. Sebagian pelanggan yang merupakan dokter juga mengapresiasi komitmen ini, merasakan perbedaan dalam rasa dibandingkan dengan produk sejenis lainnya.
“Rasanya lebih alami dan tidak berlebihan. Saya lebih suka makanan yang mengandalkan bahan baku berkualitas tanpa penyedap rasa,” ungkap seorang dokter yang tinggal di Lubuk Minturun, Kota Padang.
Sertifikasi Halal dan Tanggung Jawab
Pada bulan Juni 2023, Mpekmpek Lamakbana meraih Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia. Sertifikasi ini bukan hanya sekadar dokumen administratif, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang percaya akan kualitas produk.
Namun, untuk menciptakan mpekmpek yang enak hanyalah separuh dari perjalanan. Hal yang sama pentingnya adalah memastikan pempek sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi yang baik, meskipun jaraknya mencapai ribuan kilometer. Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai.
Menghadapi Tantangan Pengiriman
Makanan adalah barang yang memiliki batas waktu dan memerlukan penanganan yang baik. Sejak awal berdirinya usaha, kehadiran jasa pengiriman yang dapat diandalkan menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. JNE telah menjadi mitra penting bagi Mpekmpek Lamakbana selama belasan tahun.
“Kami pernah mengalami kekecewaan dengan jasa pengiriman lain, karena pengiriman yang seharusnya cepat justru terhambat. Akhirnya, kami memilih JNE dan hingga kini tetap setia menggunakan jasa mereka,” ungkap Rozalina.
Paket Mpekmpek yang Menghubungkan Rindu
Dari Padang, paket-paket Mpekmpek Lamakbana terus bergerak menuju berbagai kota seperti Jakarta, Banten, Bandung, Batam, Pekanbaru, Dumai, Palembang, dan Bandar Lampung. Setiap paket membawa tujuan yang berbeda, tetapi hampir semuanya mengirimkan satu cerita yang sama: kerinduan.
Suatu ketika, seorang wartawan senior meminta pengiriman mpekmpek ke London, Inggris. Meskipun tidak bisa dikirimkan karena alasan teknis, ketika dia pulang ke Padang, dia langsung datang ke Mpekmpek Lamakbana untuk menikmati rasa kampung halamannya.
- Mpekmpek menjadi penghubung antara perantau dan kampung halaman.
- Beberapa pelanggan memesan mpekmpek sebagai oleh-oleh untuk orang tua mereka.
- Paket mpekmpek menjembatani kenangan dan rasa.
- Hari raya menjadi momen spesial untuk memesan mpekmpek dalam jumlah besar.
- JNE menjadi jembatan penghubung antara pelanggan dan produk.
Kisah di Balik Setiap Paket
Setiap paket Mpekmpek Lamakbana yang meninggalkan Padang mengisahkan perjalanan panjang yang dimulai jauh sebelumnya, dari laut Mentawai hingga dapur tempat adonan dibentuk. Setiap paket yang berisi mpekmpek tidak hanya membawa makanan, tetapi juga memuat kenangan, identitas, dan rasa kampung halaman yang sangat berharga.
Selama tiga belas tahun perjalanan Mpekmpek Lamakbana, usaha ini mengajarkan satu hal penting: sebuah usaha tidak pernah tumbuh sendirian. Di balik setiap paket terdapat banyak tangan yang bekerja keras. Ada nelayan yang pergi melaut sebelum fajar, ada pemasok yang menjaga ketersediaan ikan, ada pekerja yang mengolah ikan menjadi mpekmpek, dan ada pelanggan yang terus memberikan kepercayaan.
Hari ini, ketika sebuah paket Mpekmpek Lamakbana berangkat dari Padang, perjalanan panjang itu dimulai kembali. Setiap paket tidak hanya membawa isi, tetapi juga cerita, kerinduan, dan kebahagiaan sederhana yang tidak dapat diukur dengan angka. Mpekmpek Lamakbana telah menjadi jembatan yang menghubungkan rasa dan kenangan, serta mengingatkan kita bahwa di balik setiap makanan, terdapat kisah yang siap untuk diceritakan.





