Enam Bulan Setelah Banjir, Akses Jalan Buket Linteung Aceh Utara Masih Terhambat dan Berlumpur

Enam bulan pasca bencana banjir bandang yang melanda 25 Kecamatan di Aceh Utara, dampak yang ditinggalkan masih sangat terasa, terutama bagi masyarakat di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari mereka kini dalam keadaan memprihatinkan, dan kondisi ini mengancam keselamatan serta aktivitas ekonomi mereka. Masyarakat setempat menginginkan perhatian lebih dari pemerintah agar masalah ini segera teratasi.
Kondisi Akses Jalan yang Memprihatinkan
Dalam beberapa bulan terakhir, akses jalan di Dusun Teungoh dan Dusun Kareung menjadi sorotan. Masyarakat melaporkan bahwa jalan tersebut mengalami kerusakan parah, yang membuatnya sulit untuk dilalui. Pada Kamis (11/06/2026), beberapa pengendara motor, terutama ibu-ibu, terjatuh akibat lubang yang tertutup air keruh.
“Kondisi jalan ini sangat berbahaya. Banyak pengendara yang terjatuh, terutama ibu-ibu dan anak-anak yang berangkat ke sekolah. Lubang-lubang itu dalam dan tidak terlihat karena tertutup air,” ungkap Yusril, salah satu warga yang resah akan situasi ini.
Dampak Banjir Terhadap Infrastruktur Jalan
Kerusakan jalan ini tentunya diperburuk oleh bencana banjir yang menghancurkan infrastruktur desa. Warga mengungkapkan bahwa pernah ada alat berat yang diturunkan untuk membersihkan jalan dari endapan lumpur pasca-banjir, namun setelah itu tidak ada tindakan lanjutan.
“Setelah banjir surut, alat berat sempat datang untuk membuka akses jalan ini, tetapi sejak saat itu tidak ada perbaikan lebih lanjut,” tambahnya.
Jalan yang Menjadi Urat Nadi Ekonomi
Jalan yang mengalami kerusakan ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat lokal. Dengan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan pekebun, akses yang baik sangat diperlukan untuk transportasi hasil pertanian mereka. Saat ini, jalan yang seharusnya mendukung mobilitas warga justru menjadi seperti kubangan kerbau, penuh lubang dan lumpur.
- Kesulitan dalam pengangkutan hasil bumi.
- Peningkatan biaya operasional karena kerusakan kendaraan.
- Risiko keselamatan untuk pengendara.
- Pengaruh negatif terhadap pendapatan petani.
- Keterlambatan dalam distribusi produk ke pasar.
Pernyataan Bupati tentang Penanganan Bencana
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, telah menyampaikan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk menangani dampak bencana ini. Menurutnya, sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, proses rehabilitasi pasca-bencana di Aceh dan Sumatera Utara direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun.
Pernyataan ini disampaikan Ayah Wa kepada wartawan setelah peresmian dan serah terima 40 unit Hunian Tetap (Huntap) kepada penyintas banjir di Desa Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya pada Kamis (04/06/2026).
“Regulasi yang sudah ada mengatur bahwa penanganan bencana di Aceh dan Sumatera Utara akan diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Jadi, ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Kami sudah berjalan enam bulan dari waktu yang ditentukan,” jelasnya.
Persoalan yang Harus Segera Ditangani
Diungkapkan lebih lanjut oleh Ayah Wa, bahwa seluruh isu yang berkaitan dengan dampak banjir, mulai dari pembangunan Huntap, perbaikan jalan, hingga irigasi, akan diupayakan penyelesaiannya dalam waktu tiga tahun ke depan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki keadaan yang dihadapi masyarakat, meskipun prosesnya mungkin memakan waktu.
Masyarakat di Buket Linteung berharap agar pemerintah tidak hanya memberikan janji, tetapi juga tindakan nyata di lapangan. Keberadaan akses jalan yang baik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, menjamin keselamatan, serta mendukung aktivitas ekonomi yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan sehari-hari.
Harapan Masyarakat
Warga Desa Buket Linteung sangat berharap agar perhatian dari pemerintah dapat segera terwujud. Mereka ingin melihat langkah nyata dalam perbaikan akses jalan yang rusak, sehingga mobilitas sehari-hari dan kegiatan ekonomi mereka tidak terganggu lebih jauh lagi.
Dengan adanya upaya perbaikan, diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan mereka dengan lebih aman dan nyaman, serta mampu meningkatkan pendapatan dari hasil pertanian dan perkebunan mereka.
Keberadaan akses jalan yang baik bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga merupakan fondasi bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk menghindari dampak yang lebih buruk di masa depan.

