Polda Kepri Terapkan Prinsip BETAH untuk Seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2026

Polda Kepri berkomitmen untuk menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam proses seleksi penerimaan Bintara Polri untuk Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap tahap rekrutmen berlangsung dengan integritas dan kejujuran, sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan mampu melayani masyarakat dengan baik.
Proses Seleksi Bintara Polri T.A. 2026
Salah satu tahapan penting dalam seleksi penerimaan Bintara Polri adalah Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I. Kegiatan ini dilakukan di Gedung Catur Prasetya Polda Kepri dan bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta dalam kondisi kesehatan optimal sebelum melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Pada hari pelaksanaan tersebut, tercatat sebanyak 100 peserta pria mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kehadiran penuh ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para calon bintara yang ingin bergabung dengan institusi kepolisian.
Rincian Pemeriksaan Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan tahap pertama meliputi berbagai aspek yang krusial untuk menentukan kelayakan fisik para peserta. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang dilakukan:
- Pemeriksaan tinggi dan berat badan
- Pemeriksaan mata/visus
- Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)
- Pemeriksaan gigi
- Pemeriksaan tekanan darah (tensi)
- Pemeriksaan fisik luar
Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilaksanakan, sebanyak 84 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Sementara itu, 16 peserta lainnya harus menerima status Tidak Memenuhi Syarat (TMS), yang menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan mereka.
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Seleksi
Karo SDM Polda Kepri, Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., M.A.P., CPHR., CBA., melalui Kabid Humas Polda Kepri, menegaskan pentingnya objektivitas dan transparansi dalam setiap tahapan seleksi. Setiap proses diawasi secara ketat oleh pengawas internal dan eksternal untuk menjamin integritas dari rekrutmen ini.
Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan proses seleksi ini mampu menghasilkan calon anggota Polri yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. Hal ini penting sebagai upaya untuk menjadikan mereka pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang terbaik.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Polda Kepri juga mengingatkan masyarakat bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri adalah gratis dan dilaksanakan secara terbuka serta akuntabel. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, karena hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip rekrutmen Polri.
“Penerimaan anggota Polri dilaksanakan tanpa biaya, transparan, dan tanpa perantara. Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk kecurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Kombes Pol. Andy.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Melalui kesempatan ini, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Jika masyarakat mengetahui atau mengalami situasi yang membahayakan, mereka dapat segera menghubungi Call Center 110 yang siap melayani 24 jam.
Selain itu, aplikasi Polri Super Apps juga disediakan sebagai sarana untuk pelayanan dan pengaduan masyarakat secara cepat dan terpadu. Dengan demikian, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.
Komitmen Polda Kepri dalam Seleksi Bintara Polri
Polda Kepri bertekad untuk menjaga integritas dan kredibilitas dalam proses seleksi penerimaan Bintara Polri. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, prinsip BETAH menjadi pedoman utama yang harus dipegang teguh oleh semua pihak yang terlibat.
Setiap peserta yang lolos dalam seleksi diharapkan dapat menjadi contoh yang baik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Dengan demikian, diharapkan kehadiran mereka dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Manfaat Prinsip BETAH dalam Rekrutmen
Implementasi prinsip BETAH dalam proses seleksi memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri
- Menjamin bahwa hanya calon yang berkualitas yang diterima
- Meminimalisir kecurangan dan penyimpangan dalam proses seleksi
- Menciptakan lingkungan yang sehat dan kompetitif bagi peserta
- Mendorong transparansi dalam setiap langkah rekrutmen
Dengan demikian, penerapan prinsip BETAH tidak hanya berfokus pada kualitas individu, tetapi juga menciptakan sistem yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat luas.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Melalui penerapan prinsip BETAH dalam seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2026, Polda Kepri menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan calon anggota Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. Proses ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam melaksanakan rekrutmen yang bersih dan transparan.
Dengan dukungan masyarakat dan pengawasan yang ketat, Polda Kepri optimis bahwa setiap langkah dalam seleksi ini akan memberikan hasil yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menghasilkan anggota Polri yang siap melayani dengan sepenuh hati.


