Pertumbuhan Penyewa Mitratel Meningkat Berkat Ekspansi Jaringan 5G Telkomsel

Dalam era digital yang semakin maju, kebutuhan akan konektivitas yang cepat dan andal menjadi semakin penting. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), yang lebih dikenal dengan nama Mitratel, menjadi salah satu perusahaan yang merasakan dampak positif dari pertumbuhan jaringan 5G yang digalakkan oleh operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, dan XLSMART. Dengan karakteristik 5G yang memerlukan kepadatan infrastruktur yang lebih tinggi, operator seluler dituntut untuk memasang lebih banyak perangkat baru guna menjaga kualitas layanan.
Pertumbuhan Penyewa Mitratel di Tengah Ekspansi Jaringan 5G
Hendra Purnama, Corporate Secretary Mitratel, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penyewa tahun ini didorong oleh strategi modernisasi perangkat yang selektif. Fokus utama dari strategi ini adalah pada area dengan trafik data yang tinggi, di mana permintaan akan kapasitas jaringan sangatlah besar.
Selain itu, ekspansi jaringan yang menjangkau wilayah di luar Jawa juga berperan sebagai pendorong utama dalam meningkatkan permintaan akan ruang kolokasi di menara milik perusahaan yang terdaftar dengan kode saham MTEL. Dengan langkah ini, Mitratel mampu menarik lebih banyak penyewa dan memperkuat posisinya di pasar.
Strategi Modernisasi dan Penambahan Titik Kolokasi
Hendra menekankan bahwa anggapan bahwa operator hanya melakukan swap perangkat lama tanpa menambah jumlah penyewa adalah salah. Sebaliknya, dengan karakteristik spektrum 5G yang memerlukan cakupan lebih rapat, operator terpaksa menambah titik kolokasi baru untuk menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.
“Operator secara aktif menambah titik-titik kolokasi baru untuk memastikan kualitas layanan dan kapasitas data tetap terjaga,” ungkap Hendra kepada media. Ini menunjukkan bahwa permintaan akan infrastruktur jaringan yang lebih baik sangat diperlukan untuk menghadapi lonjakan trafik data di era 5G.
Karakteristik Jaringan 5G dan Implikasinya
Frekuensi yang digunakan dalam jaringan 5G jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 4G. Hal ini mengakibatkan jangkauan sinyal yang lebih pendek, sehingga diperlukan lebih banyak menara (tower) yang berdiri berdekatan untuk mengoperasikan pesan dengan lancar. Dalam konteks ini, Mitratel memiliki kesempatan besar untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan oleh operator seluler.
Penggelaran jaringan 5G yang cepat oleh operator seluler juga terlihat jelas. Misalnya, XLSMART yang mengoperasikan 4.864 BTS 5G untuk melayani 33 kota, berencana menambah jumlah BTS 5G menjadi 9.000-10.000 hingga akhir 2026 seiring dengan target perusahaan untuk menjangkau 88 kota.
Peningkatan Jumlah BTS oleh Operator Seluler
Telkomsel juga melakukan ekspansi jaringan yang signifikan, mencatat penambahan sekitar 975 unit base transceiver station (BTS) dalam setahun, sehingga total BTS 5G mereka mencapai sekitar 5.300 unit. Ini adalah peningkatan yang sangat signifikan, hampir lima kali lipat dari jumlah tahun sebelumnya.
Sementara itu, Indosat melaporkan bahwa mereka mengoperasikan 6.872 unit BTS 5G pada tahun 2025, meningkat tajam dari hanya 107 unit BTS 5G di tahun sebelumnya. Indosat menjadi pemimpin dalam jumlah BTS 5G di antara operator seluler lainnya.
Data Penyewa dan Rasio Penyewa Mitratel
Sejalan dengan pertumbuhan jumlah BTS yang signifikan, jumlah penyewa di Mitratel juga mengalami peningkatan yang positif. Pada tahun 2025, jumlah penyewa meningkat 7,4% year on year (YoY) menjadi 61.343 penyewa. Rasio penyewa (tenancy ratio) Mitratel pun mengalami kenaikan menjadi 1,57x, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 1,51x.
Dalam konteks perkembangan jaringan 5G yang memerlukan kepadatan infrastruktur, Mitratel memanfaatkan keunggulan kompetitifnya dengan memiliki portofolio menara terbesar dan sebaran yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini menjadikan Mitratel sebagai mitra strategis utama bagi operator dalam melaksanakan rencana ekspansi dan densifikasi jaringan secara efektif.
Inovasi dan Penggunaan Teknologi AI
Di samping penguatan infrastruktur fisik, Mitratel juga mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengoptimalkan operasional. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah dan jaminan keandalan infrastruktur bagi semua pelanggan.
Sistem operasional yang didukung oleh teknologi AI memungkinkan Mitratel untuk melakukan pemeliharaan secara prediktif dan memastikan uptime yang maksimal. Hendra percaya bahwa keandalan berbasis teknologi ini menjadi faktor pembeda yang krusial dalam pasar menara telekomunikasi.
Keandalan Infrastruktur dan Peluang Pasar
“Keandalan ini memberikan keyakinan bagi operator bahwa setiap jaringan mereka didukung oleh infrastruktur yang paling andal dan stabil,” pungkas Hendra. Dengan kombinasi antara aset fisik yang luas dan efisiensi berbasis teknologi, Mitratel mengantisipasi untuk menangkap peluang besar dari peningkatan kebutuhan kapasitas data yang terus melonjak.
Dengan demikian, Mitratel berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terdepan di Indonesia. Melalui inovasi dan strategi yang tepat, perusahaan ini siap untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar telekomunikasi yang semakin kompetitif.





